HUBUNGAN KERJASAMA INDONESIA DENGAN
INTERNATIONAL DEVELOPMENT ASSOCIATION (IDA)
.
Sesuai
dengan pasal 57 didalam UU RI no. 23 tahun 1999 tentang bank indonesia,
dituliskan bahwa bank indonesia melakukan kerjasama dengan bank sentral
lainnya, organisasi, dan lembaga international. Dengan lingkup bilateral,
multirateral, regional, antar benua international, maupun kepentingan tertentu
yang sesuai dengan tugas yang diembannya. Hubungan tersebut diperlukan dalam
rangka menunjang kelancaran dan kemajuan pelaksanaan tugas bank indonesia
maupun pemerintah yang berhubungan dengan ekonomi, moneter, maupun perbankan.
Bentuk hubungan kerjasama BI dengan lembaga internasional meliputi kerjasama
atas nama BI dengan bank sentral negara lain untuk menjalankan tugas”nya
seperti : SEACEN centre, EMEAP, ACBF, dan BIS. Serta kerjasama yang dilakukan
BI atas nama negara republik indonesia sebagi anggota seperti : ASEAN, APEC,
MFG, ASEM, IDB, IMF, IBRD, IDA, IFC, MIGA, WTO, G20, G15, G24.
A. Sejarah singkat IDA
International development
association (IDA) merupakan bagian dari bank dunia yang membantu negara-negara
miskin di dunia. Didirikan pada tahun 1960, IDA bertujuan untuk mengurangi
kemiskinan dengan memberikan pinjaman (disebut”kredit”) dan hibah untuk program
yang mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan dan meningkatkan
kondisi kehidupan masyarakat.
IDA melengkapi pinjamin lengan asli
bank dunia bank internasional untuk rekontruksi dan pembangunan (IBRD). IBRD
didirikan berfungsi sebagai bisnis mandiri dan memberikan pinjaman dan saran
untuk berpenghasilan menengah dan negara-negara miskin kredit yang layak. IBRD
dan IDA berbagi sama staf dan kantor pusat dan mengevaluasi proyek-proyek
dengan standar yang ketat sama. IDA merupakan salah satu sumber terbesar dari
bantuan untuk 771 negara termiskin di dunia, 39 diantaranya di afrika, dan
merupakan sumber terbesar dari dana donor untk pelayanan sosial dasar di
negara-negara tersebut.
B. Keanggotaan IDA
IDA memiliki anggota 172 negara yang
membayar iuran setiap tiga tahun sebagai pengisian kembali dari modal IDA
meminjamkan untuk 81 negara peminjam, hampir setengah dari yang di afrika
keanggotaan dalam IDA tersedia hanya untuk negara-negara yang termasuk anggoa
dari bank dunia, terutama IBRD.
C. Status hukum IDA
Assosiasi ini merupakan organisasi
internasional yang mempunyai status hukum dalam menjalankan kinerja organisasi
tersebut dengan status hukum perjanjian dengan masing-masing negara anggotanya
dengan negara donor.
D. Fungsi dan tujuan IDB bagi negara berkembang
Sebagai bagian dari lembaga bank
dunia untuk menyalurkan bantuan mendorong dan mendukung pembangunan negara
berkembang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia internasional membantu
kegiatan bank dunia sebagai operasional dari kelompok bank dunia sebagai
pemberi pinjaman lunak kepada negara berkembang.
Selain itu juga kegiatannya IDA juga
untuk mengatasi berbagai krisis pembangunan dan peningkatan taraf hidup
masyarakat di negara berkembang dengan penghasilan rendah serta memajukan
perkembangan ekonomi meningkatkan produktifitas dan juga menaikkan standart
penduduk miskin negara miskin di dunia. Tujuan assosiasi pembangunan
internasional adalah untuk membantu negara termiskin agar berkembang lebih
pesat, merata berkelanjutan sehingga dapat mengurangi kemiskinan. Dari tahun
2000 hingga 2010 intitusi ini telah mendanai proyek yang merekrut dan melatih
tiga juta pengajar, mengimunisasi 310 juta anak-anak, mendanai pinjaman $792
juta untuk 120.000 usaha kecil dan menengah, membangun infrastruktur jalan,
jembatan dan menyediakan akses air. Assosiasi pembangunan internasional telah
memberikan pinjaman sebesar $238 miliar semenjak 1960.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar